Sejarah Singkat

SMP71Sekolah merupakan wadah untuk membentuk insan-insan yang mampu berpikir secara kreatif. Setiap anak akan menjalani masa-masa perkembangan serta pembentukan jiwa dan mental yang sehat serta tempat untuk menempa pribadi sehingga akan melahirkan manusia yang bertanggung jawab serta berdisiplin tinggi. Keberadaan SMP Negeri 7 Padang yang sekarang dengan gedung megah ini bukan tanpa melalui proses. Pertama kali sekolah ini berdiri tidak serta merta mempunyai gedung representatif melainkan melalui proses yang panjang untuk dilewati. Perjalanan ini tentu saja tidak selalu mulus dan rata. Banyak kerikil-kerikil dan kelok-kelok untuk menuju ke kondisi sekolah seperti sekarang ini.

Sekolah yang dulunya merupakan sebuah lokasi pembuangan sampah, merupakan sekolah yang biasa-biasa saja dengan segala keterbatasannya. Namun demikian berkat perhatian seluruh lapisan masyarakat yang berada di lingkungan sekitar sekolah dan pemerintah daerah, lambat laun sekolah ini terus melakukan pembenahan baik sarana maupun prasarana. SMP Negeri 7 Padang berdiri berdasarkan SK Wali Kota Padang No. 72/UKK, tanggal 20 Februari 1968. Pada saat pertama kali SMP ini diresmikan dipimpin oleh Bapak Firdaus yang sekaligus merupakan Kepala Sekolah pertama.

Berubahnya wajah SMP Negeri 7 Padang sekarang adalah berawal dari akibat terjadinya bencana alam gempa bumi yang meluluh lantakkan sebagian besar gedung-gedung di Kota Padang yang terjadi pada 30 September 2009.

Perjalanan berliku untuk pelaksanaan proses belajar mengajar mulai dilalui oleh seluruh warga sekolah, karena gedung runtuh maka PBM dilaksanakan pada tenda-tenda darurat dengan fasilitas seadanya. Keadaan demikian berlangsung selama 1  semester. Selanjutnya PBM dipindahkan pada sebuah gedung yang disewa/kontrak selama 1 tahun. Baru selanjutnya melalui bantuan pemerintah Kota Padang, PBM dipindahkan pada lokasi SD 12, SD 27 dan SD 29 Ulak Karang Padang. Proses PBM di tempat ini dijalani selama 1 tahun. Alhamdulillah, selama SMP Negeri 7 Padang melaksanakan PBM di tempat yang serba minim fasilitas, aktivitas PBM tetap dilakukan dengan sebaik-baiknya. Berkat kesabaran dan doa seluruh warga sekolah, sekolah dapat dibangun kembali dengan bantuan dari warga negara Jepang melalui lembaga JICA.

Tepat pada tanggal 9 Januari 2012 atau bertepatan dengan awal Semester 2 Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan ceremonial sederhana, seluruh warga sekolah pindah ke gedung baru yang sudah berdiri megah. Cat berwarna dominan kuning menambah kekokohan gedung ini. Fasilitas yang ada di sekolah pun semakin lengkap. Ruang administrasi, ruang kelas, ruang multimedia, ruang perpustakaan, ruang aula, ruang laboratorium IPA, ruang laboratorium komputer, dan ruang laboratorium kesenian ada di gedung ini. Perhatian pemerintah dan para donaturpun (Bp. Ir. Andri Noerlan, Bp. Drs. H. Syaiful Bahri, MM dan seluruh orang tua siswa) menambah kelengkapan sarana belajar siswa dengan adanya bantuan berupa meja dan kursi belajar serta komputer untuk keperluan laboratorium komputer. Warga sekolah merasa bangga dan senang memiliki gedung yang representatif seperti ini. Tinggal bagaimana nantinya memanfaatkan segala fasilitas untuk menunjang pekembangan sekolah. Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 7 Padang siap melayani peserta didik dengan baik sehingga arahannya bisa menghantarkan mereka menuju ke masa depan yang cemerlang.

Selama 50 tahun SMP Negeri 7 Padang melayani peserta didik, sekolah ini dipimpin oleh beberapa kepala sekolah. Kepala Sekolah yang pernah memimpin SMP Negeri 7 Padang antara lain:

  1. Firdaus, periode 1968 – 1972
  2. Drs. Sofyan Mansur, periode 1972 – 1983
  3. Dahlan Rivai, periode 1983 – 1987
  4. Drs. Dailami, periode 1987 – 1990
  5. Yuliana Salim, periode 1990 – 1994
  6. Hj. Darlis Taufik, periode 1994 –  2002
  7. Zainal, S.Pd, periode 2002 –  2007
  8. Drs. H. Z. Amril Widana, periode 2007 –  2013
  9. Syamsniwetti SY, S.Pd, periode 2013 –  2015
  10. Syafrizal Syair, S.Pd, periode 2015 –  sekarang

Untuk tenaga kependidikan (pegawai Tata Usaha) dipimpin oleh :

  1. Muhammad Rasyid, periode 1968 – 1986
  2. Syarbaini, periode 1986 – 1995
  3. Zai Bakri, periode 1995 – 2013
  4. Yudafril, S.Sos, periode 2013– sekarang

Dengan kepiawaian para pemimpin ini serta didukung oleh para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi yang memadai serta berdedikasi tinggi, SMP Negeri 7 Padang dapat berkembang seperti sekarang ini. Untuk tahun pelajaran 2014/2015 jumlah siswa SMP Negeri 7 Padang adalah 737 orang dengan rombel sebanyak 24 ruang. Hal ini sungguh merupakan suatu prestasi yang membanggakan yang dibuktikan dengan berbagai prestasi yang telah dicapai oleh sekolah pada berbagai bidang. Untuk bidang akademik secara keseluruhan perolehan rata-rata nilai siswa mengikuti Ujian Nasional selalu pada posisi 5 besar dari 37 sekolah negeri yang ada di Kota Padang. Atas dasar ini pulalah maka pada tahun pelajaran 2014/2015, SMP Negeri 7 Padang dipercaya untuk mengelola SMP Filial (kelas jauh) hasil dari re-grouping SD 12, SD 27 dan SD 29 Ulak Karang dengan jumlah siswa 91 orang. Melihat animo masyarakat terhadap sekolah ini juga semakin meningkat, mulai tahun 2015 sekolah juga dipercaya oleh Pemerintah Kota Padang untuk menerima Peserta Didik Baru secara mandiri sebanyak 50% dari daya tampung. Hal ini tentu saja akan menambah daya saing SMP Negeri 7 Padang dengan sekolah-sekolah favorit lainnya.

Para pendidik akan mendampingi peserta didik dengan sungguh-sungguh. Pendampingan terhadap peserta didik pun secara efektif akan dilakukan dengan tujuan agar peserta didik tidak hanya bisa mengembangkan kecerdasan intelektual saja namun nilai-nilai hidup dan karakter juga dikembangkan sehingga nantinya peserta didik bisa menjadi manusia yang berkepribadian utuh